Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat kembali dilaksanakan oleh dosen Amie Primarni pada Selasa, 12 Mei 2026 di Pondok Pesantren Daarul Huffadz Indonesia. Kegiatan ini mengangkat tema penulisan karya ilmiah dan pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bijak di lingkungan pendidikan pesantren.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya kemampuan menulis karya ilmiah di era digital, sekaligus pengenalan berbagai teknologi berbasis AI yang dapat membantu proses akademik dan dakwah. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, terlihat dari antusiasme para santri dan mahasiswa yang aktif bertanya serta mengikuti berbagai simulasi penggunaan teknologi AI.
Pada sesi praktik, peserta diajak melihat bagaimana AI dapat membantu berbagai proses penulisan, mulai dari menyusun draft karya ilmiah, merapikan ide tulisan, hingga membantu penerjemahan materi dakwah ke dalam beberapa bahasa. Simulasi tersebut menjadi pengalaman menarik bagi para peserta karena menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi sarana produktif apabila digunakan dengan keterampilan dan tanggung jawab.
Selain pemanfaatan AI, mahasiswa juga diberikan pelatihan penggunaan aplikasi manajemen referensi seperti Zotero dan Mendeley untuk mendukung penyusunan karya ilmiah yang lebih sistematis dan akademik. Peserta dikenalkan pada cara menyimpan sumber referensi, membuat sitasi otomatis, hingga menyusun daftar pustaka secara lebih praktis dan terstruktur. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa meningkatkan kualitas penulisan ilmiah sekaligus membangun budaya akademik yang tertib dan bertanggung jawab.
Dalam penyampaiannya, Dr. Amie Primarni menegaskan bahwa perkembangan teknologi saat ini tidak dapat dihindari. Namun demikian, manusia tetap harus menjadi pengendali utama dalam penggunaannya.
“Teknologi bukan untuk menggantikan manusia, tetapi membantu manusia berkarya lebih baik. Kecerdasan Buatan akan menjadi sesuatu yang bermanfaat jika kita memiliki kemampuan dan kebijaksanaan dalam menggunakannya,” ungkapnya di hadapan peserta.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas, nilai, dan orisinalitas ide di tengah kemudahan teknologi digital. Menurutnya, generasi muda perlu mempelajari teknologi yang mampu mendukung produktivitas, tanpa kehilangan karakter dan integritas diri.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan dapat membuka wawasan santri terhadap perkembangan teknologi modern sekaligus menumbuhkan semangat literasi dan kreativitas akademik di lingkungan pesantren. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan lembaga pendidikan pesantren dalam menghadapi tantangan era digital.
Di akhir kegiatan, Dr. Amie Primarni menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dari pihak pesantren serta antusiasme para peserta selama kegiatan berlangsung. Harapannya, kolaborasi serupa dapat terus dilakukan pada kesempatan berikutnya sebagai bagian dari penguatan literasi, pendidikan, dan pemanfaatan teknologi yang beretika.
#papabeb