Bogor, 30 Juli 2026 – Institut Agama Islam (IAI) Nasional Laa
Roiba Bogor secara resmi melepas 180 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun
2026 dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Gedung Pemerintah
Daerah Kabupaten Bogor (Setda), Kamis (30/7). Mengusung
tema "Penguatan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Menuju
Desa Berdampak", kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pengabdian
mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja, tetapi
juga pada penciptaan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari desa-desa di
Kabupaten Bogor hingga pengabdian di tingkat internasional.
Acara pelepasan dihadiri oleh Rektor beserta jajaran pimpinan IAI
Nasional Laa Roiba, Ketua Yayasan, pimpinan fakultas dan lembaga, Ketua LPPM,
para dosen pembimbing lapangan, pejabat Pemerintah Kabupaten Bogor, unsur Badan
Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Badan Perencanaan Pembangunan,
Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor, perangkat
daerah terkait, perwakilan kecamatan, kepala desa lokasi KKN, serta seluruh
mahasiswa peserta KKN Tahun 2026. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut
menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan
pemerintah desa dalam memperkuat kolaborasi pengabdian kepada masyarakat
melalui program Kuliah Kerja Nyata.
Dalam laporannya, Ketua LPPM sekaligus Ketua Pelaksana KKN
Tahun 2026, Dr. Ami Primarni, M.Pd.,menyampaikan bahwa KKN tahun ini diikuti
oleh 180
mahasiswa yang terbagi dalam 13 kelompok. Sebanyak 11
kelompok akan melaksanakan pengabdian di desa-desa wilayah Kabupaten Bogor
yang tersebar di enam kecamatan, yaitu Sukamakmur, Tajurhalang, Bojonggede,
Cibinong, Pamijahan, dan Rumpin. Sementara itu, dua kelompok lainnyaakan
melaksanakan KKN Internasional di Malaysia, sebagai bagian dari upaya
memperluas jejaring akademik dan pengabdian IAI Nasional Laa Roiba di tingkat
global.
Menurut Dr. Amie Primarni, KKN merupakan ruang belajar yang
mempertemukan ilmu pengetahuan dengan realitas kehidupan masyarakat. Karena
itu, mahasiswa didorong untuk tidak sekadar menjalankan program kerja, tetapi
mampu mengenali potensi lokal, membangun kolaborasi dengan masyarakat, serta
menghadirkan solusi yang relevan dan berkelanjutan.
"Keberhasilan KKN bukan diukur dari banyaknya kegiatan yang
dilaksanakan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
Mahasiswa hadir bukan sebagai tamu, melainkan sebagai mitra yang belajar
bersama masyarakat, memberdayakan potensi desa, dan meninggalkan dampak positif
yang berkelanjutan," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa KKN harus menjadi ruang kolaborasi
akademik antara dosen dan mahasiswa. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir
berbagai luaran akademik berupa artikel ilmiah pengabdian kepada masyarakat,
publikasi penelitian, buku bunga rampai, inovasi, serta penguatan jejaring
kemitraan yang mendukung budaya akademik di lingkungan IAI Nasional Laa Roiba.
Sementara itu, Rektor IAI Nasional Laa Roiba Bogor, Dr.
Ernawati, M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN Tahun 2026 diarahkan
untuk menghasilkan dampak yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya tercermin dari aktivitas mahasiswa di
lapangan, tetapi juga dari kontribusinya terhadap masyarakat dan pengembangan
ilmu pengetahuan.
Rektor mengungkapkan bahwa pelaksanaan KKN tahun sebelumnya telah
menghasilkan 36 artikel pengabdian kepada masyarakat dan
penelitian yang merupakan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa. Capaian
tersebut menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas KKN pada tahun ini.
"Tahun lalu kita telah membuktikan bahwa KKN mampu
menghasilkan karya akademik sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Tahun
ini kita ingin melangkah lebih jauh. KKN harus menjadi ruang kolaborasi yang
melahirkan inovasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat, dan menghasilkan dampak
yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun internasional," ungkap
Rektor.
Ia juga mengajak seluruh mahasiswa untuk menjaga nama baik
almamater, menjunjung tinggi etika, menghormati budaya dan nilai-nilai
masyarakat, serta menjadikan setiap pengalaman selama KKN sebagai proses
pembelajaran yang membentuk karakter kepemimpinan, kepedulian sosial, dan
profesionalisme.
Dukungan terhadap pelaksanaan KKN juga disampaikan
oleh Pemerintah Kabupaten Bogor melalui
unsur Kesbangpoldan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan
Pengembangan Daerah (Bapperida). Dalam sambutannya, pemerintah daerah mengapresiasi
kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui
pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan mampu menjadi
mitra strategis pemerintah desa dalam mengembangkan potensi lokal, memperkuat
partisipasi masyarakat, serta mendukung berbagai program pembangunan yang
berkelanjutan di Kabupaten Bogor.
Sebagai simbol dimulainya pengabdian, dilakukan penyematan
tanda peserta KKN secara simbolis oleh Rektor bersama perwakilan
Pemerintah Kabupaten Bogor, yang dilanjutkan dengan penyerahan mahasiswa
KKN kepada pemerintah daerah dan perwakilan kepala desa lokasi pengabdian.
Prosesi ini menjadi penegasan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan
masyarakat dalam mewujudkan program pemberdayaan yang berorientasi pada
kebermanfaatan.
Menjelang keberangkatan ke lokasi KKN, seluruh mahasiswa
mengucapkan Ikrar Mahasiswa KKN Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen untuk
menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika dan integritas,
menghormati nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat, serta mengabdikan ilmu
pengetahuan bagi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Pelaksanaan KKN Tahun 2026 menjadi langkah strategis IAI Nasional
Laa Roiba dalam memperkuat implementasi tridarma perguruan tinggi melalui
pengabdian kepada masyarakat yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Kehadiran KKN Internasional di Malaysia juga menandai semakin luasnya
cakupan pengabdian institusi, sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk
mengembangkan wawasan global tanpa meninggalkan akar nilai-nilai lokal.
Melalui semangat "Penguatan Pemberdayaan Masyarakat
Berbasis Potensi Lokal Menuju Desa Berdampak", IAI Nasional Laa Roiba
Bogor optimistis bahwa KKN tidak hanya menjadi wahana pembelajaran bagi
mahasiswa, tetapi juga menjadi katalisator perubahan yang menghadirkan manfaat
nyata bagi masyarakat. Dari desa-desa di Kabupaten Bogor hingga kancah
internasional, KKN Tahun 2026 diharapkan melahirkan generasi yang unggul secara
akademik, peka terhadap persoalan sosial, serta mampu menjadi agen perubahan
yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan kemanusiaan.